Video Gallery

    2

Korea

Arsip Blog

Inilah Posisi Doggy Style yang Benar

Khamis, 13 November 2014

Inilah Posisi Doggy Style yang Benar
Seperti telah disampaikan sebelumnya, Metode Shettles menyarankan untuk melakukanposisi doggy style atau hubungan badan dari belakang jika Anda ingin memiliki bayi laki-laki. Lewat posisi ini, sperma akan keluar di dekatserviks di mana cairan vaginanya lebih sesuai untuk spermadengan kromosom Y. Tempat “sperma anak laki-laki” pun punya kesempatan lebih besar untuk bertahan karena perjalanan yang harus mereka tempuh tidak terlalu panjang.

Doggy style sendiri boleh dibilang posisi seks yang paling disukai, karena memberi kesan liar dan seksi. Namun, posisi ini lebih sering dinikmati oleh kaum pria ketimbang wanita. Kita cenderung merasa tak nyaman dengan posisi. Agar Anda bisa ikut menikmati, dan mimpi mendapatkan bayi laki-laki menjadi kenyataan, ketahui posisi doggy style yang benar berikut ini:
Lengkungkan punggung
Pertama-tama, posisi ini memang membutuhkan fisik yang prima karena Anda harus berdiri atau berlutut. Jika memilih gaya berlutut, pastikan punggung Anda melengkung ke bawah, atau dalam pose yoga disebut Cat-Cow Pose. Posisi melengkung inilah yang akan memungkinkan sperma tertampung dengan baik.
Agar tidak pegal
Posisi klasik untuk doggy style adalah berlutut dengan bertumpu pada kedua kaki dan kedua tangan. Namun, sebentar saja posisi ini bisa membuat tubuh Anda kaku. "Banyak perempuan mengeluh lutut mereka jadi perih, atau punggung dan leher mereka jadi pegal," ujar Ava Cadell, PhD, penulis buku Neurolovology . Atasi masalah ini dengan mengangkat lutut Anda, lalu tumpukan pada kaki Anda. Atau, berdiri dan mencondongkan tubuh ke depan ke dinding, atau membungkuk ke meja.
Gunakan bantal
Cara lain untuk menghindari lutut dan punggung yang kaku adalah dengan menyelipkan bantal di bawah perut dan dada Anda. Dengan demikian, Anda punya landasan untuk mengistirahatkan punggung. Bisa juga dengan tidur tengkurap sempurna, namun dengan bantal terselip di bawah pinggang. Posisi ini juga akan menciptakan sudut yang baik bagi pasangan untuk memasuki Anda dari belakang, demikian menurut Sadie Allison, PhD, penulis buku The Mystery of the Undercover Clitoris .
Turunkan pundak
Tidak adil jika hanya suami yang menikmati sesi bercinta melalui posisi ini, kan? Ajaklah suami untuk menyentuh G-spot Anda. Agar ia bisa menyentuhnya, turunkan pundak Anda sedikit, dan jaga agar kepala Anda tetap rendah untuk memberikan kenikmatan maksimal.
Lakukan di depan cermin
Agar posisi ini membuat Anda merasa seksi dan makin bergairah, Allison menyarankan untuk meletakkan cermin di depan Anda berdua. Dengan memandang aksi Anda di depan cermin, Anda dan pasangan bisa mengintip gerakan Anda dari sudut yang lain. Jangan kaget bila hal itu nanti juga akan menyulut Anda untuk beraksi lebih agresif. Tatap mata pasangan Anda, dan lengkungkan tubuh Anda lebih dalam. (Dini Felicitas)
Read Post | ulasan

Mau Punya Momongan? Ini Dia 6 Langkah Tingkatkan Kesuburan Pria

Selasa, 7 Oktober 2014



Setiap pasangan yang telah menikah tentu menginginkan untuk bisa segera memiliki anak. Oleh sebab itu, penting untuk selalu menjaga kesuburan sistem reproduksi, termasuk bagi kaum adam.

Berikut 6 langkah yang bisa dilakukan oleh para calon ayah sejak dini, agar kesuburannya tetap terjaga, seperti telah dirangkum detikHealth dari berbagai sumber pada Selasa (7/10/2014):

1. Tambahkan antioksidan dalam diet
Antioksidan mungkin lebih dikenal dalam 'memerangi' kanker dan penyakit jantung. Namun antioksidan rupanya juga dapat meningkatkan kesuburan pada pria.

Antioksidan merupakan zat yang mencegah kerusakan sel akibat radikal bebas berupa bahan kimia beracun, radiasi, asap rokok atau polusi.

Nah, ingatlah bahwa sperma juga merupakan sel-sel, sehingga masuk akal bahwa menambahkan antioksidan dalam diet dapat membantu meningkatkan menyehatkan sperma.

Anda bisa mengonsumsi sumber antioksidan seperti tiram, kepiting, kacang-kacangan, paprika merah, kiwi, jeruk, ikan tuna, daging sapi, ayam, sayuran hijau, tomat, aprikot, jeruk, dan semangka.

2. Perhatikan asupan kedelai

Sebuah penelitian dari American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa konsumsi kacang kedelai dan olahannya secara berlebihan dapat memengaruhi tingkat kesuburan seseorang.

Meskipun demikian, kedelai dapat membantu mencegah timbulnya penyakit seperti kanker prostat. Oleh sebab itu, Anda sebaiknya mulai memperkirakan seberapa banyak bisa mengonsumsi kedelai perhari.

3. Berhenti merokok

Studi yang mengkaji tentang rokok dan kualitas sperma menemukan bahwa kebiasaan merokok memengaruhi beberapa aspek kesehatan sperma, termasuk jumlah sperma, motilitas atau kemampuan berenangnya, serta bentuk dari sperma itu sendiri.

"Selain itu, perokok dengan jenis kelamin pria juga lebih mungkin memiliki tingkat hormon yang abnormal. Pada akhirnya kondisi ini turut memengaruhi kesuburannya kelak," ujar Dr Rita Bakshi, dari International Fertility Centre, India.

Serupa dengan Bakshi, spesialis andrologi Unit Kesehatan Reproduksi/Andrologi RS AL Dr Ramelan, Surabaya, dr Johannes Soedjono, MKes, SpAnd, juga menyebutkan pengaruh merokok terhadap sperma. "Rokok mengandung radikal bebas yang bisa merusak sperma dan membuat fungsinya mengalami penurunan," ungkapnya kepadadetikHealth beberapa waktu lalu.


4. Jaga area organ intim tetap sejuk

Hati-hati jika Anda sering menggunakan gadget dengan kondisi overheat atau terlalu panas di sekitar daerah genital, misalnya dengan memangku laptop. Sebab bila testis terlalu panas, maka ia cenderung menghasilkan lebih sedikit sperma. Selain itu, sering melakukan sauna atau bak air panas juga menghasilkan efek yang sama pada tubuh.

Selain berhenti menggunakan gadget yang panas di sekitar organ intim, pemilihan celana dalam juga turut mempengaruhi lho.

"Celana dalam yang sehat, bentuk segitiga, boxer atau bentuk lain, harus tidak boleh menekan buah zakar (testis)," jelas dr Andri Wanananda, MS, seksolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Jakarta, kepadadetikHealth.

Menurut dr Andri, celana dalam yang longgar atau tidak terlalu menekan buah zakar bertujuan agar suhu buah zakar tidak terlampau panas. Sebab buah zakar yang terlampau panas bisa mengganggu produksi sperma dalam buah zakar.

5. Berhenti minum minuman beralkohol

Sebuah studi mengungkapkan bahwa mengonsumsi alkohol terlalu banyak dapat menurunkan produksi sperma. Selain itu, bentuk sperma yang dihasilkan juga berubah dan pergerakannya menjadi lebih lambat.

Oleh sebab itu, ada baiknya Anda mulai memperhatikan konsumsi minuman beralkohol sejak saat ini. Hindari sebisa mungkin konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan.


6. Rutin bercinta

Penelitian telah membuktikan bahwa kondisi sperma akan menjadi lebih sehat jika seorang pria rutin bercinta. Berhubungan seks setidaknya sekali seminggu sudah bisa menurunkan kerusakan DNA sperma dari 34 persen menjadi 26 persen, menurut sebuah penelitian di Australia.

"Melakukannya secara rutin tak cuma baik bagi kualitas hubungan Anda berdua, tapi juga baik bagi kesehatan, khususnya bagi sistem respirasi, otot, dan kontrol kandung kemih. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan antidepresan yang baik dan dapat memperbarui energi Anda," ujar Helen Fisher, PhD, dari Rutgers University.

Seperti diketahui, bercinta memiliki beberapa manfaat sehat, di antaranya mampu mencegah flu, mellindungi jantung, membuat awet muda, mengatasi sakit kepala dan meredakan stres. Selain itu, rutin bercinta setiap hari juga dapat melancarkan siklus haid bagi wanita dan produksi sperma bagi pria. detik.com
Read Post | ulasan

Istri Tak Enjoy dan Susah Klimaks, Begini Trik Mengatasinya



- Untuk urusan ranjang, tugas suami bukan hanya membahagiakan istri. Suami juga harus bisa membantu istri agar bisa menikmati hubungan intim, kalau perlu sampai mencapai klimaks.

Namun Anda mungkin bingung harus berbuat apa. Tak usah cemas, simak saja paparan tentang bagaimana membuat istri cepat klimaks seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Selasa (7/10/2014) berikut ini.

1. Mulai pelan-pelan
Pastikan Anda menggodanya terlebih dulu sebelum 'menembak' sasaran Anda. Ketika istri sudah siap, mulailah secara perlahan-lahan. Pertama, beri tekanan lembut ke klitoris istri dengan kecepatan lambat, lalu tambah kecepatan secara bertahap seiring dengan naiknya gairah istri.

Selain belajar sabar, Anda takkan rugi karena menyempatkan waktu untuk foreplay di awal bercinta dijamin akan membuat si dia lebih mudah mencapai klimaks.

2. Jangan banyak tanya

Mungkin maksud Anda ingin mendorong agar istri segera mencapai klimaks. Tapi nyatanya terlalu banyak bertanya justru membuat si dia tertekan. Bukannya cepat, ia malah tak jadi orgasme lho.

"Mencoba terlalu keras untuk mencapai klimaks adalah salah satu cara yang justru bisa membunuh orgasme," tutur Kayt Sukel, penulis buku 'This Is Your Brain on Sex'. Anda tinggal bersabar dan fokus pada indikator yang terlihat padanya, seperti napas yang memburu dan erangan, lantas biarkan ia mencapai orgasme dengan sendirinya.

3. Pertahankan kecepatan

Menurut pakar seks Danielle Harel, PhD, wanita baru bisa orgasme bila tekanan dan ritmenya bercinta tetap stabil untuk beberapa lama. Di sinilah tugas suami untuk mempertahankan ritme tersebut.

"Bila Anda tiba-tiba mengubah intensitas atau menambah kecepatan, ia justru bisa kehilangan momentum yang ia bangun untuk mencapai klimaksnya. Apalagi kalau ia mau memberi tanda seperti 'Itu dia! Jangan berhenti', maka jangan sekali-kali mencoba hal lain.

4. Jangan anggap seks itu performa

Ada sebagian pasangan yang meniru gerakan-gerakan dalam video porno untuk mencoba variasi bercinta. Namun jangan pernah anggap aktivitas intim dengan istri sebagai sebuah performa.

"Fokus saja pada apa yang ada dan bersenang-senanglah dengannya di atas ranjang. Yang seringkali membuat wanita terangsang adalah keintiman dan koneksi antarpasangan, bukan aksi-aksi konyol Anda," kata terapis seks Celeste Hirschman.

5. Matikan TV dan gadget

Bagi wanita, hubungan seksual harusnya dilakukan di ruang yang penuh privasi agar ia bisa fokus mencapai orgasme. Ini artinya matikan TV dan seluruh gadget Anda.

"Lebih baik fokus pada pasangan, atau memuaskan satu sama lain. Dan jangan paksakan untuk bisa orgasme bareng atau dua-duanya harus klimaks," tegas Hirschman. detik.com
Read Post | ulasan

100 HARI TAK MAMPU MEMANDANG WAJAH SUAMI

Isnin, 1 September 2014

wanita-sholeha
Empat tahun sudah keduanya menikah. Namun pasangan suami istri itu belum juga dikaruniai buah hati. Mulanya mereka tidak merasa ada masalah. Namun saat terdengar bisik-bisik tetangga, sang istri mulai resah. “Kok belum punya anak ya mereka. Yang punya masalah suami atau istri?” kalimat-kalimat itu sampai juga di telinga mereka.
Akhirnya suami istri itu pergi ke dokter. “Mohon bersabar pak,” kata dokter kepada pria itu sambil menyerahkan hasil lab. “Istri anda mandul dan agaknya tidak ada harapan untuk bisa hamil.”
“Kalau begitu, jangan sampaikan ini kepadanya Dok”
“Maksud Anda?”
“Saya khawatir itu akan melukai perasaannya. Dokter katakan saja kalau saya yang mandul”
“Tidak bisa begitu. Anda kan tidak ada masalah”
Cukup lama mereka berbincang, hingga pria tersebut berhasil meyakinkan dokter untuk mengatakan sesuai keinginannya.
Entah bagaimana ceritanya, tetangga-tetangga yang dulu bertanya siapa diantara suami istri itu yang bermasalah akhirnya mendengar bahwa pria itu mandul. Kabar itu juga sampai kepada kerabat mereka. Kasak kusuk pun semakin kencang. Meski demikian, rumah tangga keduanya masih bertahan. Hingga suatu hari, lima tahun setelah hasil lab itu, wanita itu tak dapat lagi bersabar.
“Sembilan tahun sudah kita berkeluarga, dan selama itu aku dapat bersabar. Sampai-sampai para tetangga kasihan melihatku dan mengatakan ‘kasihan yang wanita shalihah itu. Ia telah bersabar hidup bertahun-tahun dengan suaminya yang mandul.’ Terus terang, aku ingin menggendong anak, mengasuh dan membesarkannya. Kini aku tak dapat lagi memperpanjang kesabaranku. Tolong ceraikan aku agar aku bisa menikah dengan laki-laki lain dan mendapat anak darinya,” kata wanita itu kepada suaminya.
Sang suami dengan sabar mendengar tuntutan itu sambil menasehatinya. “Ini ujian dari Allah sayang… Kita perlu bersabar…”
Mendengar nasehat tersebut, emosi istri sedikit mereda. “Baiklah, aku akan bersabar. Tapi hanya satu tahun. Jika berlalu masa itu dan kau tidak juga memberiku keturunan, ceraikan saja aku.”
Selang beberapa hari, tiba-tiba wanita itu jatuh sakit. Hasil lab menunjukkan, ia mengalami gagal ginjal. “Ini semua gara-gara kamu,” kata wanita itu kepada suaminya yang saat itu menungguinya di rumah sakit, “Aku terus menahan sabar karenamu. Inilah akibatnya. Sudah tidak punya anak, kini aku kehilangan ginjalku.”
“Apa? Kau akan pergi ke luar negeri?” kata wanita itu dengan nada tinggi, esok harinya ketika sang suami berpamitan kepadanya. Entah bagaimana perasaannya, ia yang kini bad rest di rumah sakit harus berjuang sendiri tanpa suami.
“Ini tugas dinas, Sayang. Dan sekaligus aku akan mencari pendonor ginjal buatmu”
Beberapa hari kemudian, wanita itu mendapatkan kabar gembira bahwa telah ada seseorang yang mau mendonorkan ginjalnya. Tetapi dokter merahasiakan namanya.
“Orang itu sungguh baik, Dokter. Ia mendonorkan ginjalnya untukku tanpa mau diketahui namanya. Sementara suamiku sendiri, ia justru pergi ke luar negeri, meninggalkanku sendiri,” mata dokter yang mendengar komentar itu berkaca-kaca. Ia tahu persis siapa yang mendonorkan ginjal untuk wanita itu.
Dengan izin Allah, operasi berhasil dengan baik. Wanita itu sembuh. Dan yang lebih menakjubkan, tak lama kemudian ia hamil, lalu melahirkan seorang bayi yang lucu. Ucapan selamat datang dari kerabat dan tetangga. Kini bisik-bisik itu telah selesai. Dan kehidupan rumah tangga keduanya pun normal kembali.
Kini sang suami telah menjadi seorang panitera di pengadilan Jeddah, setelah menyelesaikan pendidikan S2 dan S3-nya. Ia juga telah hafal Qur’an dengan mendapatkan sanad riwayat Hafs dari ‘Ashim.
Suatu hari saat sang suami dinas luar, tak sengaja wanita itu menemukan buku harian suaminya di atas meja. Mungkin karena terburu-buru, sang suami itu lupa menyimpannya seperti biasa.
Betapa terkejutnya wanita itu membaca halaman demi halaman episode rumah tangga yang selama ini tak diketahuinya. Bahwa ternyata yang mandul adalah dirinya. Bahwa pendonor ginjal itu adalah suaminya sendiri. Ia pun menangis sejadi-jadinya. Hampir pingsan ia menyadari kekeliruannya selama ini. Ia yang tak tahan dan ingin minta cerai, padahal suaminya lah manusia paling sabar yang ia temui. Ia kesal dengan suaminya yang pergi saat ia operasi, padahal suaminya terbaring lemah saat itu demi menghibahkan satu ginjal untuknya.
Ketika sang suami pulang, wanita itu tak mampu memandang wajahnya. Ia tertunduk malu. Hampir seratus hari lamanya, ia terus begitu. Malu di depan pria yang paling dicintainya dan paling berjasa dalam hidupnya.
Baca Juga Yuk :
Read Post | ulasan

Ada 4 Kekhawatiran Orangtua yang Buat Sulit Merestui Hubungan Asmara Anaknya

Ahad, 24 Ogos 2014

vemale.com
Jakarta - Pernikahan tidak hanya membentuk ikatan antara dua mempelai saja, tapi juga menyatukan dua keluarga; orangtua, kakek-nenek, paman-bibi, sepupu, dan lain sebagainya. Itu yang membuat pentingnya pasangan mendapatkan restu dari keluarga, khususnya orangtua saat akan menikah.
Namun restu ini seringkali menjadi kendala bagi dua sejoli yang ingin mengikat tali pernikahan. Terkadang banyak anak yang tidak habis pikir kenapa kekasih yang dicintainya tidak disukai orangtua. Ketidaksukaan orangtua terhadap pasangan anak mereka pun ada alasannya, dikutip dari detik.com.

Psikolog Klinis dan Forensil Kasandra Putranto mengungkapkan empat alasannya yang paling umum.

1. Faktor Waktu dan Usia
Terkadang ada orangtua yang menilai anaknya masih terlalu muda dan belum siap untuk berpacaran. Ketika orangtua bersikeras anaknya untuk tidak berpacaran dulu sementara sang anak sudah memulainya, bisa menimbulkan kekhawatiran pada ayah dan ibunya. Terlebih lagi jika orangtua sudah mewanti-wanti untuk berpacaran hanya saat waktu yang tepat dan si anak melanggarnya, mereka akan lebih khawatir lagi.

2. Belum Percaya dengan Anak Sendiri
Meskipun secara usia seseorang sudah pantas untuk mulai berpacaran, halangan justru bisa datang dari sang anak sendiri. Orangtua melihat anaknya belum cukup siap untuk berpacaran karena mungkin masih manja, kekanak-kanakan atau belum bisa bertanggungjawab terhadap diri sendiri. Ketika kuliah atau pekerjaan sendiri saja belum bisa ia urusi, bagaimana jika nantinya menjalin hubungan dengan orang lain? Itu biasanya yang menjadi kekhawatiran pria...

3. Kualitas Pasangan 
Semua orangtua tentunya menginginkan yang terbaik untuk anaknya, termasuk soal pasangan hidup. Dalam hal ini kualitas-kualitas seperti karakter pribadi, intelektual, perilaku, sosial ekonomi hingga latar belakang budaya kerap menjadi pertimbangan utama para orangtua dalam menilai kekasih sang anak. Jika orangtua merasa pasangan sang anak kurang dari segala aspek, maka ia tidak bisa mempercayakan masa depan anaknya kepada orang seperti itu. 

4. Kriteria yang Telah Ditentukan Orangtua 
Ketika seorang ibu menginginkan anaknya hanya menikah dengan seorang pejabat, itu bukan sekadar karena faktor finansial. Namun mengharapkan posisi yang lebih tinggi dalam interaksi sosial. Ada pula orangtua yang menginginkan anaknya mendapatkan suami dari suku atau etnis tertentu karena dianggap lebih baik. Jadi, ketika sang anak tidak memilih pasangan yang tidak memenuhi kriteria, hubungan tersebut bisa memicu pertentangan dalam hubungan asmara. 
Read Post | ulasan

Orang Tua Kepergok Sedang Bercinta Oleh Anak? Ini yang Perlu Dilakukan

Jumaat, 8 Ogos 2014

Ads By SaltarSmart

Sering kali setelah melakukan hubungan seksual dengan pasangan, cairan sperma keluar atau meluber dari bibir Ms V. Sebagian orang khawatir, itu tandanya susah hamil. Apa yang sebenarnya terjadi?

Pada umumnya, kondisi seperti ini dianggap normal dan tidak berhubungan dengan kesuburan. Penyebabnya macam-macam, mulai dari jumlah sperma yang tidak sebanding dengan daya tampung rongga vagina hingga tekanan berlebih dari otot-otot di sekitar organ genital.

Berikut ini fakta-fakta menarik yang perlu diketahui seputar sperma yang tumpah setelah intercourse, seperti dirangkum detikHealth, Senin (21/7/2014).

1. Ms V Mengalami Over Capacity
Tidak 100 persen sperma akan berada di dalam vagina, sebagiannya pasti akan keluar dari vagina. Dalam sekali ejakulasi, seorang pria dapat mengeluarkan sedikitnya 5 ml air mani dengan berjuta-juta sel sperma. Hanya sebagian di antaranya yang akan tetap berada di rongga vagina karena kapasitasnya terbatas.

2. Bisa Terjadi karena Batuk

Cairan sperma juga bisa keluar dari vagina karena batuk. Saat batuk, pinggul mengalami tekanan yang membuat otot-otot vagina berkontraksi. Tekanan itulah yang mendorong cairan sperma keluar dari vagina.

3. Bisa Hamil atau Tidak?

Ketakutan sebagian perempuan adalah ketika mereka tidak bisa memiliki anak. Apalagi ditambah dengan keluarnya cairan sperma setelah berhubungan seksual. Hal tersebut pastilah membuat semua perempuan panik.

Menurut para pakar, keluarnya sperma dari vagina setelah berhubungan seks umumnya normal. Jika kita memang dalam program ingin memiliki anak, setelah melakukan hubungan seksual, disarankan untuk berbaring sebentar agar tidak terlalu banyak sperma yang tumpah dan sperma dapat dengan mudah masuk ke dalam serviks.

4. Sperma Mencair

Sperma yang baru saja keluar setelah ejakulasi memiliki wujud yang masih kental. Dalam 15 sampai 30 menit, sperma bisa mencair sehingga mudah mengalir keluar dari vagina.

5. Seleksi Alam

Vagina memiliki 'sistem seleksinya' sendiri. Beberapa sperma yang masuk ke dalam vagina dan bertemu dengan indung telur merupakan sperma yang kuat dan dapat bertahan. Sedangkan cairan sperma yang keluar dari vagina itulah yang merupakan hasil seleksi dari sistem keamanan dalam vagina. Sperma-sperma yang keluar itulah yang tidak lolos seleksi untuk masuk ke dalam vagina. detik.com
Read Post | ulasan

6 Wanita yang Tak Boleh Dijadikan Istri

Khamis, 7 Ogos 2014


wanita 6 Wanita yang Tak Boleh Dijadikan IstriAds By SaltarSmart
ADA begitu banyak wanita di dunia ini. Rasululullah SAW sudah memberikan arahan kepada kita bagaimana harus memilih wanita yang boleh didekati dan dijadikan pendamping. Namun, selain itu, ternyata ada juga wanita dengan kriteria yang tak boleh didekati dan bahkan dijadikan istri. Siapa saja mereka?
Berikut ini adalah kriteria wanita yang harus dijauhi oleh pria, dan jangan jadikan sebagai istrinya:
1. Wanita “Ananah” : wanita yang banyak mengeluh. Apa yang diberi atau dilakukan suami untuk rumah tangganya semua tidak suka dan tidak berpuas hati.
2. Wanita “Mananah” : wanita yang suka meniadakan usaha dan jasa suami, akan tetapi sebaliknya menepuk dada dialah yang banyak berkorban untuk membangun rumah tangga. Dia suka mengungkit-ungkit apa yang dilakukan untuk kebaikan rumah tangga. Biasanya wanita ini bekerja atau berkedudukan tinggi dan bergaji besar.
3. Wanita “Hananah” : Menyatakan kasih sayangnya kepada suaminya yang lain (bekas suaminya dahulu)yang dikawininya sebelum sekarang, atau kepada anak dari suaminya yang lain, dan wanita ini berangan-angan mendapatkan suami yang lebih baik dari suami yang ada. Dalam kata lain wanita sebegini tidak bersyukur dengan jodohnya itu. Wanita sebegini yang mengkufuri nikmat perkahwinan. Dia juga merendahkan kebolehan dan kemampuan suaminya.
4. Wanita “Hadaqah” : melemparkan pandangan dan matanya pada tiap sesuatu, lalu menyatakan keinginannya utk memiliki barang itu dan memaksa suaminya untuk membelinya, selain itu wanita ini suka ikut nafsunya. Wanita seperti ini membuat pusing kepala lelaki. Dia ingin apa saja dia mau. Dia suka membandingkan dirinya dengan diri orang lain. Suka menunjuk-nujuk.
5. Wanita “Basaqah” : ada 2 makna:
a. Pertama : wanita seperti ini suka bersolek dan menghiaskan diri. Dia menghias diri bukan untuk suaminya tetapi untuk ditujukkan kepada dunia. Suka melawan. Uangnya dihabiskan untuk membeli make-up, kasut dan barang kemas. Wanita seperti ini juga sangat suka dipuji-puji. Kalau dia kebetulan menjadi isteri orang ternama dan menjadi pula ketua dalam kumpulan itu, orang lain tidak boleh mengungguli dirinya.
b. Kedua: dia marah ketika makan, dan tidak mau makan kecuali dipisah dengan yang lain dan disendirikan bagiannya.
6. Wanita “Syadaqah” : Wanita yang banyak bicara tentang perkara yang sia-sia dan lagi membisingkan sekitarnya.
[Sumber dari Ihya Ulumuddin – Imam Al Ghazali]
Read Post | ulasan

Ingin Bercinta Lebih Lama? Jangan Sentuh 4 Area Ini di Tubuh Wanita

Rabu, 6 Ogos 2014



Bagi pasangan suami istri, momen bercinta memang kerap identik dengan spontanitas 'bereksplorasi'. Namun jangan salah, menyentuh area tubuh yang salah justru bisa menurunkan gairah bercinta wanita dengan cepat, lho.

Berikut adalah empat titik di tubuh wanita yang sebaiknya tak Anda sentuh kala bercinta agar gairahnya tak meredup, seperti dikutip detikHealth dari berbagai sumber, Rabu (6/8/2014):

1. Leher rahim atau serviks
Ingatlah bahwa serviks merupakan kanal sempit yang menghubungkan antara vagina dan rahim. Jika pada permulaan ia merasa nyeri akibat adanya sentuhan dari Mr P ke area tersebut, maka ini saatnya Anda menggeser posisi untuk melakukan penetrasi yang tak terlalu dalam.

Namun rasa nyeri ini sebenarnya bisa saja muncul bukan karena Mr P Anda, tapi karena si dia yang belum cukup terangsang. Normalnya serviks akan 'terangkat' saat sedang terangsang. Oleh sebab itu, manfaatkan momen foreplay dan jangan terburu-buru untuk melakukan penetrasi.

2. Ujung klitoris

Klitoris terdiri dari banyak saraf sensitif, sehingga jika disentuh dengan cara yang salah maka sensasi yang dirasakan justru berlebihan. Bila saat itu ia tengah terangsang, kesalahan ini justru bisa membuatnya gairahnya menurun.

Namun perlu diketahui bahwa kondisi klitoris masing-masing wanita bisa saja berbeda, untuk itu sebaiknya secara perlahan Anda berikan sentuhan lembut dan cari tahu apakah ia memang memiliki klitoris yang sensitif atau tidak.

3. Kaki

Terutama jika si dia terbiasa memakai kaus kaki saat bercinta. Jangan merasa istri Anda aneh, studi dari Johns Hopkins University justru menyebutkan bahwa mengenakan kaus kaki saat bercinta dapat meningkatkan potensi orgasme, terutama pada wanita.

Salah satu kemungkinan terbesarnya adalah karena untuk bisa mencapai orgasme, wanita harus benar-benar rileks dan bebas dari rasa cemas. Udara yang terlalu dingin dan kemudian membuat kakinya menjadi kedinginan pun bisa menjadi salah satu penyebab mengapa wanita sulit orgasme lho. Oleh karenanya, jika ia memang ingin menggunakan kaus kaki, biarkan karena itu membuatnya nyaman.

4. Anus

Sebagian besar wanita menganggap seks anal sebenarnya kurang menyenangkan. Untuk melakukannya pun dibutuhkan pemanasan lebih lama dan pelumas yang lebih banyak jika Anda terbiasa menggunakannya.

Oleh sebab itu, jika Anda ingin memuaskan pasangan, sebaiknya kurangi 'memaksa' pasangan untuk melakukan seks anal. Bosan dengan penetrasi biasa? Cobalah mulai memberanikan diri mencoba berbagai macam posisi baru dan manfaatkan perabotan di sekitar Anda, misalnya bercinta dalam posisi duduk di sofa.
Read Post | ulasan

Ingin Bercinta Lebih Lama? Jangan Sentuh 4 Area Ini di Tubuh Wanita



Bagi pasangan suami istri, momen bercinta memang kerap identik dengan spontanitas 'bereksplorasi'. Namun jangan salah, menyentuh area tubuh yang salah justru bisa menurunkan gairah bercinta wanita dengan cepat, lho.

Berikut adalah empat titik di tubuh wanita yang sebaiknya tak Anda sentuh kala bercinta agar gairahnya tak meredup, seperti dikutip detikHealth dari berbagai sumber, Rabu (6/8/2014):

1. Leher rahim atau serviks
Ingatlah bahwa serviks merupakan kanal sempit yang menghubungkan antara vagina dan rahim. Jika pada permulaan ia merasa nyeri akibat adanya sentuhan dari Mr P ke area tersebut, maka ini saatnya Anda menggeser posisi untuk melakukan penetrasi yang tak terlalu dalam.

Namun rasa nyeri ini sebenarnya bisa saja muncul bukan karena Mr P Anda, tapi karena si dia yang belum cukup terangsang. Normalnya serviks akan 'terangkat' saat sedang terangsang. Oleh sebab itu, manfaatkan momen foreplay dan jangan terburu-buru untuk melakukan penetrasi.

2. Ujung klitoris

Klitoris terdiri dari banyak saraf sensitif, sehingga jika disentuh dengan cara yang salah maka sensasi yang dirasakan justru berlebihan. Bila saat itu ia tengah terangsang, kesalahan ini justru bisa membuatnya gairahnya menurun.

Namun perlu diketahui bahwa kondisi klitoris masing-masing wanita bisa saja berbeda, untuk itu sebaiknya secara perlahan Anda berikan sentuhan lembut dan cari tahu apakah ia memang memiliki klitoris yang sensitif atau tidak.

3. Kaki

Terutama jika si dia terbiasa memakai kaus kaki saat bercinta. Jangan merasa istri Anda aneh, studi dari Johns Hopkins University justru menyebutkan bahwa mengenakan kaus kaki saat bercinta dapat meningkatkan potensi orgasme, terutama pada wanita.

Salah satu kemungkinan terbesarnya adalah karena untuk bisa mencapai orgasme, wanita harus benar-benar rileks dan bebas dari rasa cemas. Udara yang terlalu dingin dan kemudian membuat kakinya menjadi kedinginan pun bisa menjadi salah satu penyebab mengapa wanita sulit orgasme lho. Oleh karenanya, jika ia memang ingin menggunakan kaus kaki, biarkan karena itu membuatnya nyaman.

4. Anus

Sebagian besar wanita menganggap seks anal sebenarnya kurang menyenangkan. Untuk melakukannya pun dibutuhkan pemanasan lebih lama dan pelumas yang lebih banyak jika Anda terbiasa menggunakannya.

Oleh sebab itu, jika Anda ingin memuaskan pasangan, sebaiknya kurangi 'memaksa' pasangan untuk melakukan seks anal. Bosan dengan penetrasi biasa? Cobalah mulai memberanikan diri mencoba berbagai macam posisi baru dan manfaatkan perabotan di sekitar Anda, misalnya bercinta dalam posisi duduk di sofa.
Read Post | ulasan

Ini yang Terjadi Ketika Pria Berhenti Lihat Pornografi di Internet

Selasa, 5 Ogos 2014



Pornografi kini semakin mudah diakses siapapun seiring semakin majunya teknologi. Video atau gambar porno bisa menjadi konsumsi sehari-hari mereka yang menyukai hal tersebut, khususnya para pria. Apa yang terjadi jika para pria berhenti melihat atau menonton hal-hal berbau porno yang ada di internet? Sebuah riset kecil pun dilakukan oleh pakar seks Ian Kerner.

Riset tersebut dilakukan Ian bukan karena dia anti pornografi. Hanya saja sepanjang karirnya sebagai konselor, dia menyadari hampir 100% pria yang pernah ditemuinya termasuk yang berkonsultasi padanya, menggunakan film atau gambar porno di internet untuk memuaskan dirinya sendiri. Melihat hal itu dia pun penasaran bagaimana jika pornografi ini hilang beberapa saat dari kehidupan para pria.

Ian pun melakukan riset kecil dengan melibatkan lima pria berusia 22 sampai 67 tahun. Para pria ini ada yang sudah menikah dan masih single. Mereka semua sering menggunakan pornografi di internet sebagai alat untuk memuaskan diri sendiri. Aktivitas melihat atau menonton hal berbau porno ini menurut mereka tidak mengganggu kesehatan diri maupun kualitas hubungan seks dengan pasangan.

Dari eksperimen yang dilakukan Ian selama tiga minggu apa hasilnya? Seperti dikutip dari CNN, penulis buku 'She Comes First' itu menemukan para pria yang menjadi responden risetnya jadi tidak lagi sering melakukan aktivitas memuaskan dirinya sendiri dibandingkan ketika mereka mengakses pornografi di internet. Meskipun keinginan untuk melakukan hal tersebut ada namun para pria merasa usaha untuk mendapat kepuasaan itu tidak sebanding dengan hasilnya. Greg, salah satu responden berusia awal 20-an mengatakan dia jadi lebih banyak menyelesaikan pekerjaan ketika berhenti melihat porno di internet.

Kalaupun para pria ini meluangkan waktu untuk memuaskan diri sendiri, empat dari lima responden mengaku mereka jadi lebih sulit untuk 'panas.' "Aku biasanya akan langsung bergairah ketika melihat sesuatu yang seksi dan insting pertamaku adalah membuka laptop dan membiarkan jariku bekerja," kata Chris, salah satu responden yang sudah menikah dan berusia akhir 40-an. "Tapi ketika berhenti melihat pornografi di internet, aku tidak bisa langsung bergairah dan bisa lebih dari sekali aku menyerah," tambahnya.

Kenneth, responden yang single dan berusia pertengahan 30-an mengungkapkan stop mengonsumsi pornografi di internet membuatnya merasakan hal berbeda ketika dia mencari alternatif dengan cara konvensional yaitu majalah porno. "Aku merasa jadi lebih bersalah ketimbang melihat di situs porno," katanya.

Sementara Fred, pria menikah berusia 30-an mengatakan dia jadi lebih kreatif mencari cara lain agar tetap bisa memuaskan dirinya tanpa pornografi di internet. Cara tersebut bukan dengan kembali membeli majalah porno seperti Kenneth. Dia justru menemukan pengalaman baru ketika membaca novel romantis milik istrinya. "Sekarang kami membacanya bersama," ujarnya.

Berhenti mengonsumsi pornografi di internet dirasakan Nick berdampak positif pada hubungan pernikahannya. Pria yang sudah memiliki dua anak ini mengaku dia menjadi lebih fokus dan berusaha untuk bercinta dengan istrinya. "Begitu aku meninggalkan pornografi, aku menjadi lebih terikat dengan istriku," katanya. detik.com
Read Post | ulasan

Tata Cara Jima' atau Bersenggama Menurut Islam

Ilustrasi kamar suami sitri (foto designiteriorarticle.com)

Islam adalah agama yang mulia dan memuliakan. Ia menjunjung tinggi akhlak dan etika. Setiap perbuatan baik di dalam Islam, pastilah ada tuntunan adabnya. Demikian pula dengan jima’.


Adab di dalam jima’ bukan hanya membuat hubungan suami istri lebih intim, tetapi juga menjadikan kenikmatan dunia itu sebagai ladang pahala. Menjalankan adab-adab jima’ bukan hanya membawa kebahagiaan bagi suami dan istri, tetapi juga mendatangkan keberkahan bagi keluarga dan keturunan yang ditakdirkan Allah lahir dari proses tersebut.

Berikut ini 10 tatacara jima’ / Bersenggama suami istri Berdasarkan Islam:

1. Bersih Diri dan berwudhu
Mengkondisikan tubuh bersih (dengan mandi dan gosok gigi) adalah bagian dari adab jima’ sekaligus membuat suami atau istri lebih tertarik. Sebaliknya, tubuh yang tidak bersih cenderung mengganggu dan menurunkan daya tarik. 

Abu Rafi’ radhiyallahu ‘anhu berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu hari pernah menggilir istri-istri beliau, beliau mandi tiap kali selesai berhubungan bersama ini dan ini. Aku bertanya, “Ya Rasulullah, bukankah lebih baik engkau cukup sekali mandi saja?” Beliau menjawab, “Seperti ini lebih suci dan lebih baik serta lebih bersih.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

2. Memakai parfum/wewangian 
Wewangian adalah salah satu sunnah Nabi. Beliau bersabda: “Empat macam diantara sunnah-sunnah para Rasul yaitu : berkasih sayang, memakai wewangian, bersiwak dan menikah” (HR. Tirmidzi).

Bagi istri, memakai parfum/wewangian yang dianjurkan adalah saat-saat seperti ini, bukan pada waktu keluar rumah yang justru dilarang Rasulullah.

“Perempuan manapun yang menggunakan parfum kemudian melewati suatu kaum agar mereka mencium wanginya maka dia seorang pezina” (HR Ahmad)

Yang perlu diperhatikan di sini ialah, aroma atau jenis wewangian yang dipakai hendaknya yang disukai suami atau istri. Sebab, ada suami atau istri yang tidak menyukai aroma wewangian tertentu. Wewangian yang tepat membuat hasrat suami atau istri semakin meningkat.

3. Shalat dua raka’at
Adab ini terutama bagi pengantin baru. Sebagaimana atsar Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu yang menasehati pengantin baru agar mengajak istrinya shalat dua raka’at terlebih dahulu ketika memulai malam pertama.

4. Berdandan dan berpakaian yang disukai suami atau istri
Adakalanya istri malu memakai pakaian minim yang disukai suaminya. Padahal dalam sebuah hadits disebutkan “Sebaik-baik istri kalian adalah yang pandai menjaga diri lagi pandai membangkitkan syahwat. Yakni keras menjaga kehormatan dirinya lagi pandai membangkitkan syahwat suaminya.” (HR. Ad Dailami).

Senada dengan hadits itu, Muhammad Al Baqir, cicit Husain bin Ali menjelaskan: “Sebaik-baik wanita diantara kalian adalah yang membuang perisai malu ketika menanggalkan pakaian di hadapan suaminya dan memasang perisai malu ketika ia berpakaian kembali.”

Hadits dan maqalah ini juga menjadi dalil bahwa di dalam jima’, suami istri boleh menanggalkan pakaian dan tidak haram melihat aurat masing-masing.

5. Jima’ di tempat tertutup
Islam mengatur kehidupan umat manusia agar kehormatan dan kemuliaannya terjaga. Demikian pula dengan jima’. Ia harus dilakukan di tempat tertutup, tidak diketahui oleh orang lain meskipun ia adalah anak atau keluarga sendiri. Karenanya saat anak berumur 10 tahun, Islam mensyariatkan untuk memisahkan kamar anak-anak. Kamar anak laki-laki terpisah dari kamar anak perempuan.

Bagaimana jika anak masih kecil dan tidurnya bersama orang tua? Pastikan ia tidak melihat aktifitas suami istri tersebut. Caranya bisa Anda berdua yang pindah kamar.

6. Berdoa sebelum jima’
Yakni membaca doa:

بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا
“Dengan Nama Allah, Ya Allah! Jauhkan kami dari syetan, dan jauhkan syetan agar tidak mengganggu apa (anak) yang Engkau rezekikan kepada kami” (HR. Bukhari dan Muslim)



7. Melakukan mubasharah, ar rasuul, foreplay, atau pemanasan
Hendaknya suami tidak langsung ke inti, tetapi ada mubasharah/ar rasuul/ foreplay terlebih dulu. 

“Janganlah salah seorang di antara kalian menggauli istrinya seperti binatang. Hendaklah ia terlebih dahulu memberikan pendahuluan, yakni ciuman dan cumbu rayu,” (HR. Tirmidzi)

Ada tiga langkah foreplay atau pemanasan sebelum berjima' yang bersumber dari hadits Nabi. Selengkapnya bisa dibaca di sini.

8. Membawa ke puncak, saling memberi hak
“Apabila salah seorang diantara kamu menjima’ istrinya, hendaklah ia menyempurnakan hajat istrinya. Jika ia mendahului istrinya, maka janganlah ia tergesa meninggalkannya.” (HR. Abu Ya’la)

9. Mencuci kemaluan dan berwudhu jika mau mengulangi
“Jika salah seorang di antara kalian mendatangi istrinya, lalu ia ingin mengulanginya, maka hendaklah ia berwudhu.” (HR. Muslim)

10. Mandi besar (janabat) setelah jima’

Demikian 10 Adab tata cara Jima’ atau bersenggama | Berhubungan Intim menurut Islam yang disarikan dari berbagai sumber, [Bersamadakwah]
[www.bringislam.web.id]
Read Post | ulasan
 
© Copyright suka-suka 2011 - Some rights reserved | Powered by Blogger.com.
Template Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates and Theme4all